Seorang awam bernama
al-Bulkha’i melakukan perjalanan ke negeri seberang untuk berdagang demi
mengubah nasib. Setelah tiga hari berjalan, sampailah dia disebuah padang pasir
yang gersang dan sunyi. Melihat kondisi demikian, ditambah rasa lelah yang
menerpa, al-Bulkha’i menghentikan langkahnya.
Home »
Amar Ma'ruf
» Tangan diatas lebih baik dari Tangan dibawah
Tangan diatas lebih baik dari Tangan dibawah
Oleh: "Isriyanto, S.Pd" | Giat Belajar
Nov 16, 2011
Seorang awam bernama
al-Bulkha’i melakukan perjalanan ke negeri seberang untuk berdagang demi
mengubah nasib. Setelah tiga hari berjalan, sampailah dia disebuah padang pasir
yang gersang dan sunyi. Melihat kondisi demikian, ditambah rasa lelah yang
menerpa, al-Bulkha’i menghentikan langkahnya.
Beberapa langkah
di depan, tiba-tiba al-Bulkha’i dihadapkan pada sebuah pemandangan yang unik. Dia
mendapatkan 2 ekor burung yang salah saatunya memiliki kekurangan secara fisik.
Burung tersebut berkaki satu dan matanya buta. Sedangkan seekor lainnya
terbiasa terbang kesana-kemari untuk kemudian membawa makanan dan menyuapi
burung cacat itu hingga kenyang.
Seolah mendapat
inspirasi dan nasehat, al-Bulkha’i bergumam, “Subhanallah, Engkau memang Maha
Pengasih. Mengapa aku harus berlelah-lelah mencari rizki? Bukankah semua sudah
diatur oleh Nya?” segera al-Bulkha’i pun bergegas pulang dan menceritakan hal
itu kepada sahabatnya, Ibrahim bin Adham.
Setelah
mendengar cerita al-Bulkha’i, Ibrahim bin Adham berkomentar “wahai al-Bulkha’i,
mengapa engkau menghilangkan keinginanmu yang mulia? Apakah engkau lebih
memilih menjadi burung yang cacat? Apakah engkau tidak berkeinginan menjadi
burung yang mengantarkan makanan untuk burung lainnya? Padahal Rasulullah SAW menyatakab “bahwa tangan diatas lebih mulia daripada tangan
yang di bawah”.
Mendengar hal
tersebut al-Bulkha’i segera bangkit dari duduknya dan berpamitan kepada
sahabatnya itu untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke negeri seberang yang
sudah tertunda.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









No comments:
Post a Comment