
Di
era transformasi global yang bergerak begitu cepat, digitalisasi bukan
lagi sekadar pilihan atau tren sesaat, melainkan sebuah kebutuhan mutlak
dalam dunia pendidikan. Integrasi teknologi di lingkungan sekolah
memegang peran penting dalam meningkatkan efisiensi administrasi,
memperluas akses sumber belajar, serta menciptakan perubahan
pembelajaran yang interaktif dan adaptif. Melalui pemanfaatan digital,
sekolah dapat memangkas birokrasi yang rumit, menyajikan data secara
transparan, dan mempersiapkan peserta didik agar siap menghadapi
tantangan masa depan yang berbasis teknologi.
Di
balik suksesnya transformasi tersebut, kepala sekolah memegang posisi
strategis sebagai motor penggerak utama digitalisasi di satuan
pendidikan yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin instruksional dan
manajerial, seorang kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk menyetujui
perubahan, tetapi juga wajib menjadi teladan, fasilitator, sekaligus
inovator dalam mengadopsi teknologi. Kebijakan, visi, dan komitmen yang
kuat dari kepala sekolah akan menentukan seberapa cepat dan efektif
seluruh ekosistem sekolah—termasuk guru, staf, dan siswa—dalam
beradaptasi dengan sistem digital.
Menyadari besarnya tanggung
jawab tersebut, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mentok
juga berupaya dalam mengambil langkah dan peran. Dalam rangka menghadapi
tahun ajaran baru 2026/2027, K3S Kecamatan Mentok meluncurkan program
inovatif bertajuk "Ngobrol Digitalisasi dan Edukasi" atau yang disingkat NGODJEK.
Program ini dirancang sebagai wadah diskusi interaktif untuk
mengakselerasi pemahaman dan keterampilan digital secara online,
sehingga diharapkan para kepala sekolah dapat mempersiapkan lembaga
mereka menuju era pendidikan modern yang berbasis teknologi informasi.
Pelaksanaan
program NGODJEK ini resmi dimulai pada Jumat malam, 3 Juli 2026, tepat
pukul 20.00 WIB. Pertemuan perdana tersebut diselenggarakan secara
daring dengan memanfaatkan platform Google Meet melalui akun belajar.id.
Di mana kegiatan perdana ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh
pengurus dan anggota K3S Kecamatan Mentok. Pada sesi pembuka ini,
obrolan difokuskan pada tema yang sangat menunjang persiapan tahun
ajaran baru, yaitu "Praktek Portofolio dan Administrasi Digital bagi Kepala Sekolah".

Ketua
K3S Kecamatan Mentok, Isriyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini
bukan sekadar obrolan santai biasa, melainkan bagian dari upaya dalam
peningkatan kompetensi kepala sekolah SD di Kecamatan Mentok. "Program
ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu terwujudnya sekolah, terutama
SD di Kecamatan Mentok, menuju Digitalisasi Sekolah Terpadu. Kami ingin
berkolaborasi bahwa ke depannya, diharapkan seluruh SD di Kecamatan
Mentok secara administratif mampu memberikan pelayanan terbaik bagi
warga sekolah melalui sistem digital yang terintegrasi," ujar Isriyanto.
Guna
memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, K3S Kecamatan Mentok
telah menyusun rencana pelaksanaan NGODJEK secara berkala setiap
bulannya, yang jadwalnya akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di
lapangan. Diskusi bulanan ini diharapkan dapat menjadi ruang evaluasi
sekaligus media berbagi praktik baik (best practices) antar kepala
sekolah terkait kendala dan solusi yang dihadapi dalam proses perubahan
ke sistem digital di sekolah masing-masing.
Sebagai tindak lanjut
dari obrolan daring ini, para kepala sekolah tidak hanya diarahkan
untuk saling berkolaborasi dari jarak jauh, tetapi juga akan
difasilitasi dengan aksi nyata yang lebih mendalam. Pihak K3S Kecamatan
Mentok menegaskan bahwa jika diperlukan, mereka siap menyelenggarakan
workshop tatap muka langsung secara intensif. Langkah ini diambil demi
memastikan setiap kepala sekolah benar-benar mampu mengikuti instrumen
digital dari program ini secara mandiri dalam mewujudkan Digitalisasi
Sekolah Terpadu.@