Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) memiliki peran yang sangat strategis bagi para guru sebagai panduan utama dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna, terstruktur, dan berpusat pada peserta didik. Melalui penyusunan RPM yang matang, pendidik dapat memastikan bahwa setiap proses transfer ilmu di dalam kelas tidak hanya berorientasi pada pencapaian kognitif semata, tetapi juga membangun kompetensi dan karakter siswa secara holistik. Pentingnya keseragaman dan kualitas administrasi pembelajaran inilah yang mendorong perlunya sinergi yang kuat antarsekolah, sehingga standar mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.
Melalui semangat kolaborasi menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mentok yang diselenggarakan pada Selasa, 15 September 2026. Bertempat di ruang kelas 6 SD Negeri 14 Mentok, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi kepala sekolah se Kecamatan Mentok untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi terhadap berbagai kebijakan pendidikan terkini, termasuk keseragaman pemahaman tentang Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM).
Acara pembukaan dibuka oleh Kepala SD Negeri 14 Mentok, Ibu Rosmini, S.Pd.SD, selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Sebelum memasuki sesi sambutan, rangkaian acara diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kehadiran Koordinator UPTD Dikpora Kecamatan Mentok, Ibu Tini Suryati, M.Pd, serta Kepala Seksi (Kasi) GTK SD Dikpora Kabupaten Bangka Barat Bapak Edwin Agustin, M.Pd yang hadir menjadi bagian dorongan kebersamaan tentang pentingnya kegiatan ini.
Memasuki sesi sambutan pertama, Ketua K3S Kecamatan Mentok, Bapak
Isriyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh kepala sekolah. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya agenda pertemuan hari ini, terutama terkait keseragaman administrasi Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), sesi Berbagi Praktik Baik dari SDN 23 Mentok, serta sinkronisasi kebijakan program antara pihak K3S, KKG, dan UPTD Dikpora. Sambutan kedua disampaikan oleh Koordinator UPTD Dikpora Kecamatan Mentok yang memberikan penguatan komprehensif terhadap poin-poin yang telah disampaikan oleh Ketua K3S, khususnya perihal standarisasi RPM.
Lebih lanjut, Koordinator UPTD Dikpora menjelaskan bahwa penyusunan RPM harus merujuk secara akurat kepada Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru 2025, Keputusan Kepala BadanKสด (Kepka BKPDM) Nomor 020 Tahun 2026, serta Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen. Sementara itu, Kasi GTK SD Dikpora Kabupaten Bangka Barat dalam sambutannya memberikan arahan dan motivasi berupa himbauan kepada para pengawas, kepala sekolah, dan guru agar berpartisipasi serta mengikuti rangkaian kegiatan Apresiasi GTK Tahun 2026 sebagai bentuk peningkatan mutu profesi pendidik.
Memasuki agenda inti, kegiatan diisi dengan pemaparan materi penguatan penyusunan RPM yang disampaikan langsung oleh Koordinator UPTD Dikpora Kecamatan Mentok sekaligus pengawas sekolah, Ibu Tini Suryati, M.Pd. Berdasarkan panduan pembelajaran dan asesmen, materi pokok tersebut menekankan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan yang memuliakan murid melalui proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan mengintegrasikan dimensi profil lulusan, pengalaman belajar (memahami, mengaplikasi, merefleksi), serta kerangka pembelajaran yang holistik.
Agenda utama berikutnya diisi dengan sesi Berbagi Praktik Baik dari SD Negeri 23 Mentok yang disampaikan langsung oleh kepala sekolahnya, Bapak Ujang Sugara, M.Pd., yang memaparkan inovasi bertajuk "Inovasi Biorang: Dari Limbah Menjadi Berkah"—sebuah proyek pembelajaran berbasis lingkungan yang mengubah limbah feses sapi menjadi produk pupuk/biorang organik bernilai guna, sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan peternak lokal serta menerapkan konsep ekonomi sirkular di lingkungan sekolah.
Dua agenda inti tersebut disambut interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi mendalam antara narasumber dan para kepala sekolah peserta pertemuan. Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah program strategis, salah satunya terkait penyusunan naskah asesmen akhir semester I Tahun Pelajaran 2026/2027. Disepakati bahwa proses pembuatannya akan dikembalikan kepada KKG dan para guru dengan didampingi oleh pendamping dari unsur K3S. Bentuk dan jumlah soal dirancang mengacu kepada model asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mencakup pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, dengan ketentuan jumlah soal sebanyak 30 soal untuk kelas 4, 5, dan 6, serta 25 soal untuk kelas 3.
Mengingat rentang waktu pelaksanaan asesmen yang semakin dekat, K3S selaku pendamping diinstruksikan untuk segera melakukan koordinasi intensif bersama KKG melalui agenda pertemuan khusus yang dijadwalkan berlangsung antara bulan September dan Oktober ini. Seluruh rangkaian kegiatan pertemuan K3S Kecamatan Mentok ini akhirnya ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan melalui kegiatan makan siang bersama serta sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan para kepala sekolah di Kecamatan Mentok.
No comments:
Post a Comment