Showing posts with label SD NEGERI 10 MUNTOK. Show all posts
Showing posts with label SD NEGERI 10 MUNTOK. Show all posts

Paguyuban Bulan Agustus 2019 Kelas IV B

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Aug 6, 2019

Aug 6, 2019

A. Tempat & Waktu


Waktu Pelaksanaan:
  • Hari : Sabtu, 3 Agustus 2019
  • Waktu : 10.00 WIB s.d. 12.15 WIB
Tempat Pelaksanaan:
  • Tempat : Ruang Kelas IV B SD Negeri 10 Muntok
  • Alamat : Jl. Raya Muntok-Pangkalpinang Pal. IV, Kp. Daya Baru

B. Agenda Kegiatan
  • Laporan Nilai Belajar Bulan Juli 2019
  • Musyawarah kemajuan kelas

C. Deskripsi Kegiatan
Pertemuan di bulan Agustus dihadiri oleh 20 orang tua siswa. Pada pertemuan ini agenda utama penyampaian laporan nilai belajar siswa selama bulan Juli 2019 berupa:
  • Absensi siswa
Kehadiran siswa kelas IV B pada bulan Juli 2019 97,3%. Sakit (S) 1,0%, Izin (I) 1,5%, dan Alpa  (A) 0,2%. Tentang kehadiran siswa, guru kembali mengingatkan pentingnya kehadiran siswa dalam menunjang kegiatan pembelajaran bagi siswa. Sehingga jangan sampai kehadiran siswa dalam satu semester di bawah dari 85%, karena kehadiran juga menjadi faktor utama menunjang kenaikan kelas nantinya.

  • Hasil Ulangan Harian Sub Tema I Tema 1
Pada hari Rabu (31/07) dilaksanakan pengambilan nilai ulangan harian sub tema 1 tema 1. Berupa bentuk soal isian sebanyak 20 butir soal. Dari hasil ulangan harian tersebut didapatkan nilai rata-rata 49,48 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 10. Dari hasil tersebut masih jauh dari nilai yang diharapkan, maka guru mengingatkan kepada orang tua bahwa hari Senin (05/08)* akan dilaksanakan remedial ulangan untuk memperbaiki nilai yang kurang tersebut. Guru juga kembali mengingatkan agar orang tua lebih memberikan pengawasan terhadap belajar siswa di rumah agar bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. 

  • Materi Esensial/Pokok bagi siswa
Pada pertemuan ini juga guru memberikan informasi kepada anggota paguyuban beberapa materi pokok bagi siswa agar menjadi perhatian orang tua di rumah. Agar orang tua juga memberikan penguatan terhadap materi tersebut maka guru memberikan beberapa metode pada pertemuan tersebut:

1. Materi perkalian
Untuk materi perkalian, guru mengajarkan metode Jarimatika yang penggunaannya cukup orang tua tahu perkalian satu sampai perkalian lima. Sedangkan perkalian 6 sampai 10 cukup dengan penggunaan jari tangan.

2. Materi Jenis-jenis Sudut
Untuk materi ini, guru mengajarkan metode dengan penggunaan lengan tangan dalam membedakan antara sudut siku-siku, sudut tumpul, dan sudut lancip.

Selain dari pada itu, guru juga mengingatkan tentang kegiatan ekstrakuriler pramuka yang wajib diikuti oleh siswa setiap hari Kamis.

Kemudian, dilanjutkan dengan musyawarah kemajuan kelas. Dari musyawarah tersebut muncul beberapa usulan diantara pengadaan kipas angin dan pengecetan ruang kelas.

D. Tindak Lanjut

  1. Diharapkan orang tua dapat memperhatikan kehadiran siswa, setiap hasil ulangan dan materi-materi pokok yang harus dikuasai oleh siswa terutama perkalian dan jenis-jenis sudut.
  2. Menunggu realisasi usulan pengadaan kipas angin dan pengecetan ruang kelas.

DOKUMENTASI






Continue Reading | komentar

Paguyuban Bulan Juli 2019 Kelas IV B

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Jul 20, 2019

Jul 20, 2019

A. Tempat & Waktu

Waktu Pelaksanaan:
  • Hari : Sabtu, 20 Juli 2019
  • Waktu : 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat Pelaksanaan:
  • Tempat : Ruang Kelas IV B SD Negeri 10 Muntok
  • Alamat : Jl. Raya Muntok-Pangkalpinang Pal. IV, Kp. Daya Baru

B. Agenda Kegiatan
  • Koordinasi orang tua dan guru kelas
  • Musyawarah kemajuan kelas



C. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan pertemuan orang tua (paguyuban) dengan guru kelas IV B dihadiri oleh 23 orang tua siswa dari 27 siswa kelas IV B (85%). Kegiatan dibuka oleh guru kelas dengan dimulai dari pemaparan tentang:
1. Kurikulum 2013
Penyampaian tentang kurikulum 2013 kepada orang tua dianggap perlu karena masih banyak orang tua yang masih tidak mengetahui tentang sistem pendidikan yang digunakan oleh anak-anak mereka di sekolah. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap yang diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006 atau yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 telah dimulai masuk dalam masa percobaanya pada tahun 2013 pada beberapa sekolah.

Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn dan beberapa materi lain, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Salah satu bentuk ciri pelakasanaan kurikulum 2013 terutama di tingkat dasar adalah penilaian yang secara kompleks pada proses pembelajaran dan penilaian pembentukan karakter melalui indikator melalui aspek spritual dan sikap sosial. Hal ini menjadi penilaian utama pada kurikulum ini karena aspek spiritual dan sikap sosial siswa menjadi bagian yang dinilai. Karena untuk menjadi pintar saat ini mudah, ada les private. Sementara untuk menjadi manusia berkarakter butuh proses yang harus ditanamkan sejak dini.

Pada prinsipnya ada lima nilai utama karakter yang akan menjadi pedoman pelaksanaan PPK (penguatan pendidikan karakter) yakni, nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius.

Selain daripada itu perbedaan utama ada pada materi ajar yang tidak lagi dengan mata pelajaran tetapi dengan sistem terpadu materi pelajaran dalam tema mata ajar.

2. Penghambat Siswa dalam Belajar
1. Penggunaan Hp yang tidak terkendali
Pada pertemuan ini guru kelas mengingatkan penggunaan Hp (game) secara berlebihan sangat mempengeruhi belajar siswa. Sehingga, jika tidak ada pengawasan dan pembatasan yang dikhawatirkan memberikan pengaruh pada proses dan hasil belajar siswa di sekolah sehingga tidak tercapai hasil belajar yang diharapkan oleh guru maupun orang tua

2. Orang tua sudah membiarkan siswa membawa motor sendiri
Pada kesempatan ini juga guru kembali mengingatkan beberapa kejadian yang tidak diharapkan menimpa beberapa siswa SD Negeri 10 Muntok karena orang tua sudah memberikan kebebasan kepada anaknya membawa motor sendiri padahal belum waktunya.

3. Mengingatkan tentang Fungsi Paguyuban
Guru menyampaikan 2 fungsi utama dari paguyuban kelas yaitu:
  1. MEMBANTU SEKOLAH DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN ANAK
  2. BERPARTISIPASI DALAM MEMAJUKAN SEKOLAH DASAR, SEPERTI PROGRAM: HALAMAN HIJAU, TOILET BERSIH, DAN KELAS INDAH.
Setelah pemaparan dari guru, diberikan kesempatan kepada orang tua untuk menyampaikan informasi, pertanyaan, atau usulan untuk kebaikan siswa dan kelas. Dari orang tua beberapa hal yang ditanyakan:
1. Bagaimana kedudukan pelajaran Bahasa Inggris di SD?

Jawaban:
Sebelumnya orang tua harus mengetahui bahwa pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar (SD) adalah bagian dari mata pelajaran tambahan. Maka, khusus di SD tidak ada tenaga guru PNS untuk Bahasa Inggris. Akan tetapi boleh diadakan oleh sekolah tersebut, sesuai dengan kemampuan sekolah membayar guru khusus (honor) untuk pelajaran tersebut. Secara kebetulan saat ini SD Negeri 10 Muntok masih kendala kepada tenaga honorer khusus untuk pelajaran Bahasa Inggris dengan pembayaran atau penggajiannya sehingga belum bisa mengadakan pelajaran Bahasa Inggris.

2. Sejauh mana pengaruh paguyuban mempengaruhi belajar siswa?

Jawaban:
Sebelumnya telah disampaikan 2 fungsi utama dari paguyuban di kelas salah satunya memajukan pendidikan anak. Bagaimana caranya? Pertama dengan pertemuan rutin orang tua dan guru dapat saling memberikan informasi tentang masalah yang dihadapi anak. Orang tua dapat memberikan informasi kepada guru tentang karakter dan kebiasaan anak di rumah sehingga guru bisa menentukan strategi apa yang perlu dilakukan untuk anak tersebut di kelas. Sebaliknya, guru dapat memberikan informasi kepada orang tua tentang kemajuan belajar siswa di kelas. Sehingga orang tua dapat menentukan dorongan apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai belajar siswa di sekolah. Kedua orang tua sebagai figur utama untuk anak harus bisa memperlihatkan kepedulian orang tua terhadap belajar siswa di sekolah. Contoh bertanya kepada anak setelah pulang dari sekolah, Dapat berapa saja nilai hari ini?. Menyenangkan tidak pelajaran hari ini?. atau pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan belajar siswa di sekolah. Termasuk bentuk kepedulian orang tua terhadap belajar siswa di sekolah dengan rajin menghadiri kegiatan pertemuan paguyuban karena bisa langsung bertemu dengan gurunya di kelas untuk bertanya perkembangan belajar anaknya di sekolah. Ketiga setiap orang tua memiliki strategi berbeda dalam memberikan dorongan kepada anak untuk semangat belajar di sekolah. Dengan pertemuan rutin orang tua pada kegiatan paguyuban bisa saling berbagi strategi tersebut sehingga hasil belajar yang baik dan bagus bisa merata di kelas.

D. Tindak Lanjut

  1. Diharapkan orang tua dapat memperhatikan 2 hal yang dapat menghambat belajar siswa yaitu; Penggunaan Hp yang tidak terkendali dan siswa membawa motor sendiri
  2. Pertemuan paguyuban akan melakukan pertemuan rutin setiap bulannya yaitu hari Sabtu pada minggu pertama.

DOKUMENTASI




Continue Reading | komentar

Kunjungan Ka. UPTD Dikpora Kec. Muntok Di SD N 1o Muntok

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Oct 22, 2016

Oct 22, 2016



Kunjungan Ka. UPTD Dikpora Kec. Muntok di SD Negeri 10 Muntok Bapak Anwar, S.Ag dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016. Dalam kesempatan itu beberapa hal yang disampaikan oleh Ka. UPTD Dikpora Kec. Muntok terutama tentang Sistem Tata Kelola BOS. Sebelum penyampaian materi sebelumnya ia menyampaikan bahwa kemampuan dalam pengelolaan BOS di sekolah sudah “baik”, sekarang bagaimana menuju BOS yang Berprestasi. Akan tetapi bukan berarti dituntut untuk mengikuti perlombaan dalam pengelolaan BOS tetapi paling tidak memudahkan pihak sekolah dalam pengelolaan BOS yang benar-benar tepat sasaran bagi peserta didik dan sekolah.

Dalam penyampaian tentang Sistem Tata Kelola BOS, diantara catatan penting yang harus diperhatikan untuk membantu pengelolaan BOS adalah :
  • Meng-sinkronkan dapodik 100%, guru membantu guna melancarkan tingkat akurat dengan keadaan sekolah
  • Menyusun RKAS, disusun berdasarkan :
  1. EDS (rekomendasi, skala prioritas, RKAS)
  2. Melibatkan PTK dan Komite atau orang-orang yang peduli dengan pendidikan
  3. Bukti fisik (berita acara, surat undangan, daftar hadir, dan foto kegiatan)
  • Memasang informasi penerimaan dan penggunaan dana BOS (papan pengumuman) berupa dokumen rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran dan disampaikan dengan wali siswa pada kegiatan khusus (bagi raport, bukti fisik surat undangan yang memuat hal tersebut, daftar hadir dan foto)
  • Membuat SK manajemen BOS (Kepala Sekolah, Guru Selaku Bendahara, Anggota dari Komite, dan Orang Tua Siswa)
  • Ada sepanduk bebas pungutan
  • Melakukan pencatatan pengambilan dana BOS sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan RKAS, dan uang tunai pada KAS setiap akhir bulan tidak lebih dari 10 juta
  • Buku KAS dibuat setiap bulan
  • Kalau tidak ada transaksi (dana belum masuk/saldo kosong) tetap dibuat dengan keterangan NIHIL
  • Tersedianya buku penerimaan barang, pencatatan inventaris dan buku pembantu lainnya
  • Buku KAS harus lengkap
  • Menyelenggarakan ekstrakurikuler (min 10), dengan bukti fisik :
  1. SK Pembina Ekstrakurikuler
  2. Program Kerja
  3. Daftar hadir pembina/peserta
  4. Foto kegiatan/pelatihan
  5. Dokumen keberhasilan
  • Pembukuan dan pelaporan dana BOS yang lengkap dan sesuai dengan Juknis BOS 
  • Pelaporan tepat waktu baik online maupun manual dibuktikan dengan buku ekspedisi
  • Memiliki statistik kehadiran guru dan kehadiran siswa (<93 b="">
  • Catatan kejadian luar biasa dan tindak lanjut. @
Continue Reading | komentar

POPDA, O2SN dan F2SN Kecamatan Muntok 2016

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Mar 21, 2016

Mar 21, 2016

Pelaksanaan POPDA, O2SN dan F2SN Kecamatan Muntok 2016 yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu, sedikit banyak telah meninggalkan banyak hal kepada para atletik yang berlomba. Kesan, pengalaman maupun harapan menjadi satu keinginan untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi. Bagi yang mendapatkan kemenangan tentu menjadi satu kebanggaan dengan harapan bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Sedangkan yang belum mendapatkan kemenangan, menjadi pelajaran penting untuk lebih berusaha dan berupaya lebih baik lagi menghadapi kegiatan ini di tahun-tahun berikutnya.

Begitulah pula siswa-siswi (atlet) yang diutus SD Negeri 10 Muntok dalam mengikuti kegiatan ini, selain sebagai bentuk partisipasi tapi juga sebagai suatu kebanggaan, karena masih bisa mengikuti kegiatan ini bersama siswa-siswi terbaiknya.

Dari beberapa cabang yang dipertandingkan, SD Negeri 10 Muntok mengirimkan beberapa peserta untuk cabang diantaranya ; Atletik, Karate, Catur, Voly Mini, Bola Mini, Lomba Baca dan Cipta Puisi, Badminton, serta Solo Vocal.

Walaupun semuanya belum bisa mencapai target yang diharapkan, tetapi telah memberikan rasa kebaganggan bagi sekolah dengan latihan dan usaha keras yang telah dilakukan oleh mereka. Untuk tahun ini prestasi yang dicapai pada ajang kegiatan ini adalah :


No
Kegiatan
Cabang Olahraga
Nama Siswa
Prestasi
1
POPDA
Atletik Lari Pi 1500 m
Nur Rizkiyah
Juara I
Dela Agustini
Juara II
2
Atletik Lari Pi 5000 m
Nur Rizkiyah
Juara II
Dela Agustini
Juara III
3
O2SN
Catur Pi
Istiana
Juara II
4
Voly Mini

Juara II
5
Karate Kumite dan Kata
Nur Rizkiyah
Juara I
6
F2SN
Lomba Baca dan Cipta Puisi
Tausyiah A
Juara III












Continue Reading | komentar

Kemenangan Hellen ;

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Sep 13, 2013

Sep 13, 2013

Sudah biasa dalam suatu pertandingan ada yang "kalah" dan ada yang "menang" terutama dalam permainan catur yang mengenal motto "Gens Una Sumus”, artinya "kita semua bersaudara!.
Tapi, pertandingan catur tingkat SD yang disponsori oleh PT. Timah di Pusat Metrulgi Muntok dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkoba 2013 yang dilaksanakan dari tanggal 11 s.d 13 September 2013 meninggalkan kesan yang tidak terlupakan, khususnya bagi saya yang ditugaskan sebagai pendamping siswa SD Negeri 10 Muntok yang mengikuti kegiatan itu. Untuk putra diutus 2 siswa (M. Zainuri dan M. Ridwan sedangkan untuk putri hanya 1 siswa (Hellen Aprillia).
Dari ke-tiga siswa-i itu, 1 siswi yang berhasil meraih juara 1 dalam pertandingan itu, yaitu tingkat putri (Hellen Aprillia), dan dari kemenangannya inilah yang memiliki keistimewaan. Dimana dari awal perkiraan dan target yang ada kalau bukan juara 3 maka cukup menjadi juara 4, apalagi dari peserta ± 50 siswa putri diantaranya ada yang sudah berpengalaman di tingkat Provinsi bahkan ada yang sudah berpengalaman dalam even tingkat Nasional, sedangkan Hellen belum ada pengalaman bertanding menang di luar sekolah. Dan dalam melihat penampilan yang biasa, peserta lain dan orang-orang yang hadir dalam even pertandingan itu tidak pernah berpikir dialah yang akan menjadi pemenanganya. Kenyataannya, keadaan berkata lain, dari awal pertandingan sampai akhir pertandingan satu persatu lawan di kalahkan dengan 5 pertandingan (babak) semua dilewati dengan kemenangan tidak terkecuali lawan yang sudah berpengalaman sering meraih kemenangan dalam pertandingan catur dikelasnya.

Modal Percaya Diri
Dari siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 di SD Negeri 10 Muntok tidak ada yang tidak kenal yang namanya Hellen, bahkan di lingkungan kampung Dayabaru dan guru-guru di SD Negeri 10 Muntok, barangkali tidak akan pernah lupa dengan murid yang sekarang duduk di kelas VB ini.
Untuk persetasi di kelas biasa-biasa saja hitungannya dalam peringkat 7 & 10 besar, penampilan pun tidak ada yang menonjol sama saja dengan anak-anak yang lain. Tapi ada satu nilai istemewa untuk anak ini yaitu sikap nyentrik dan aktif nya di kelas. Dalam pembelajaran di kelas seringkali ia mendapat olokan dari teman-temannya yang lain karena seringkali menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah diberikan jawabannya. Begitu pula dalam lingkungan bermainnya, teman-teman mengenalnya sebagai banyak ngoceh.

Kemudian, sikap yang menojol adalah sikap percaya diri yang tinggi, ia tidak segan menyatakan dirinya lebih baik dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya, dan bagi guru-guru seringkali pernyataan & pertanyaan yang disampaikannya bagi orang lain itu tidak penting tapi bagi dirinya malah dianggap sangat penting, dan ia tidak segan-segan untuk mengutarakannya walaupun kemudian ia mendapat olokan dari temannya.

Dan menurut saya, kemenangan yang ia raih dalam event ini selain modal latihan yang giat, ia juga mempunyai modal  percaya diri nya itu yang besar. Ketika pertandingan yang ketiga (vs siswi SD Negeri 13 Muntok), ia sempat bingung karena buah menteri direlakan diambil oleh lawan. Ketika pertandingan yang keempat (vs SD Negeri 21 Muntok (ex. kabupaten)) dan petandingan yang kelima (vs SD Negeri 21 Muntok (ex. nasional)), ia sempat bertanya dengan saya sebelum bertanding, pak bise dak saye ngalahkan kanjorang?, tapi kemudian ia jawab sendiri pertanyaan itu dengan mengatakan, masa saye dak bise ngalahkan kanjorang, pak ok?!, dan terbukti akhirnya dengan modal percaya diri itulah, ia lewati pertandingan tanpa beban.

Dari kemenangannya ini, saya mengambil pelajaran :
  1. Berharaplah yang lebih besar kepada setiap anak didik untuk menjadi yang terbaik, karena harapan seorang guru adalah do'a yang berharga bagi keberhasilan anak didiknya.
  2. Perlu membangun sikap optimis dan percaya diri setiap siswa
  3. Ibarat pertandingan catur, keberhasilan bukan hanya sekedar dapat mematikan langkah raja, akan tetapi juga butuh perjuangan langkah yang banyak untuk mencapai itu, begitulah dalam kegiatan pembelajaran, keberhasilanya adalah sejauh mana langkah dan usaha yang telah dilakukan.


Untuk Hellen....CONGRATULATIONS!!!! , terus semangat, berprestasi and tidak sombong!!!!

Galeri FOTO Pertandaingan


Continue Reading | komentar

SEHAT ITU NIKMAT

Lihat lainnya DISINI »

CERITA LUCU

Lihat lainnya DISINI »

SEJENAK

Lihat lainnya DISINI »
isri29.blogspot.com. Powered by Blogger.
Flag Counter
 
Support : Harapan hati, bisa bermanfaat dan diterima apa yang ada di blog ini | Kalau Suka tolong di LIKE facebooknya
Copyright © 2016. Isriyanto - All Rights Reserved
Template Modify by Isriyanto, M.Pd Inspired Love for Blog
Proudly powered by Blogger