Showing posts with label XXX/PORNOGRAFI. Show all posts
Showing posts with label XXX/PORNOGRAFI. Show all posts

Mantan Menteri Pendidikan: Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Kecantikan

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Sep 4, 2013

Sep 4, 2013

Jakarta - Ini pernyataan mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Daoed Joesoef yang diwawancarai wartawan hidayatullah.com 5 bulan lalu seputar ajang ratu kecantikan.

Karena penting dan relevan untuk diketahui seputar dunia hitam yang menurut Daoed Joesoef berlindung di balik kontes, sekaligus warning, bahwa ajang ratu-ratuan ini sungguh sangat tak layak untuk digelar, maka informasi menteri di era Soeharto itu perlu kembali dirilis.


Menurut Daoed Joesoef, ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss World, Miss Universe dan sebagainya.


“Ada bisnis seks,” ungkapnya kepada wartawan via telepon, Selasa (9/4/2013). Dia mengaku konsisten menolak segala ajang ratu kecantikan sejak menjabat Mendikbud di era Soeharto. Ketika itu dia mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut.


“Itu kan acara besar, perlu dana untuk iklan dan show-show lainnya,” katanya.


Entah dapat data dari mana, menurut Joesoef, pengusaha yang menyumbang dana untuk acara tersebut akan mendapat sajian makan malam dan tidur dengan salah satu peserta.


“Itu sama saja pelacuran,” pungkas Joesoef.


Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Indonesia didaulat menjadi tuan rumah acara Miss World 2013 di Bogor dan Bali. Bahkan puncak acara perhelatan Miss World 2013 nanti dikabarkan akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, pada 28 September 2013.


Rencana acara ini mendapat protes dan penolakan keras dari kaum Muslimin dan ormas Islam. Bupati Bogor, Gubernur Jabar dan instansi terkait diminta membatalkan atau tak memberi izin perhelatan umbar aurat tersebut.


Tak hanya itu, acara semacam ini sarat dengan misi Zionis sebagaimana termaktub dalam 24 Protokolat Zionis Yahudi, termasuk invasi budaya (ghazwul fikri) yang tujuannya merusak generasi muda, khususnya generasi Muslim.


sumber: hidayatullah / http://www.suara-islam.com/read/index/8279/Mantan-Menteri-Pendidikan--Ada-Bisnis-Seks-di-Balik-Kontes-Kecantikan
Continue Reading | komentar

Cinta ataukah Zina?

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Jul 3, 2013

Jul 3, 2013

"Hidup tanpa CINTA bagai taman tak berbunga...." bagian syair lagu yang terkenal dari Raja Dangdut Rhoma Irama yang sering menjadi nilai alasan mengapa manusia tidak bisa dilepaskan dari kata CINTA, tanpa cinta hidup tidak indah, tanpa cinta hidup rasanya hampa. Seperti itulah kira-kira bagian dari nilai cinta. Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Khususnya untuk kita orang Islam, CINTA mempunyai tempat yang berharga dalam kehidupan kita karna cinta yang tertinggi disebut mahabbah yaitu ketika cinta yang dimiliki memiliki esensi semuanya hanya karena dan untuk Allah dan Rasulnya.


Karena cinta mempunyai nilai yang baik bahkan mulia dan agung, maka cinta semestinya dijaga jangan sampai keluar dari koridornya. Menempatkan cinta bukan karena dorongan hawa nafsu dan syahwat, karena cinta seringkali menjadi alasan dalam memperturutkan hawa nafsu dan syahwat manusia. Sehingga seringkali cinta diposisikan pada posisi arti dan paragdigma baru. Katanya, "bukan cinta kalau belum "berdua-duaan"", "bukan cinta kalau tidak "bermesra-mesraan"" bahkan katanya "bukan cinta kalau belum melakukan hubungan seks sebagai bentuk bukti dan pengorbanan dari cinta". Padahal "cinta" sesungguhnya adalah dapat menempatkan apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum waktunya, karena "cinta" itu suci maka, bukanlah cinta kalau ada dosa didalamnya, "cinta" itu menjaga kehormatan maka, bukanlah cinta kalau sampai sengaja menghilangkan kehormatan.

Betapa khususnya Islam menjaga "cinta" antara wanita dan laki-laki agar tetap suci, terhormat dan mulia, baginda Rasulullah SAW bersabda :

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِــامْرَأَةٍ إِلاَّ كَــانَ ثَــالِثَهُمَــا الشَّيْطَــانُ
Artinya: Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syetan.
(HR. at-Tirmidzi)

berkhalwat (berdua-duaan) antara laki-laki dan wanita yang tidak mempunyai ikatan pernikahan adalah bagian dari tempat dan kondisi adanya iblis (setan) dalam merusak nilai "cinta" yang sebenarnya. Dan ternyata kebenaran hadist ini harus diakui dan dipatuhi karena baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian dengannya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.

“Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,” inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!
Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!
Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Barangkali negara-negara yang menganut paham kebebasan antara laki-laki dan perempuan, penelitian dan penemuan ini dianggap angin lalu, akan tetapi negara yang mempuyai budaya ketimuran seperti kita Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam harus merespon dari hasil penelitian ini karena inti dari penelitian ini bahwa antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim berdua-duaan maka, bisa memunculkan keinginan untuk melakukan hubungan seks yang belum waktunya (zina). Artinya "berdua-duaan" antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim apalagi di tempat-tempat sepi dan gelap tanpa ditemani salah seorang keluarga atau orang tuanya (---pacaran atau berteman saja---) walaupun tidak melakukan hubungan suami-isteri sama saja melakukan perbuatan mendekati zina. Sedangkan kalau kita mengaku orang Islam yang meyakini Al-Qur'an sebagai kitab suci kita maka, secara otomatis pula kita melaksanakan perintah salah satu ayat yang ada di didalam Al-Qur'an yaitu :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Penjelasan makna ayat

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا
Dan janganlah kalian mendekati zina.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً
Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)
Asy-Syaikh As-Sa’di berkata, “Allah subhanahu wata’ala menyifati perbuatan ini dan mencelanya karena ia (كَانَ فَاحِشَةً) adalah perbuatan keji.
Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal sehat, dan fitrah manusia yang masih suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina) mengandung unsur melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

وَسَاءَ سَبِيلًا
dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafazh ayat (yang artinya) “suatu jalan yang buruk” dengan perkataannya, “Yaitu jalannya orang-orang yang berani menempuh dosa besar ini.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 457)
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa Allah subhanahu wata’ala mengabarkan tentang akibat perbuatan tersebut. Bahwasannya perbuatan tersebut adalah sejelek-jelek jalan. Karena yang demikian itu dapat mengantarkan kepada kebinasaan, kehinaan, dan kerendahan di dunia serta mengantarkan kepada adzab dan kehinaan di akhirat. (Lihat Al-Jawab Al- Kafi, hal. 206). 

Intinya berdua-duaan dengan pasangan yang bukan muhrim apalagi sampai melakukan hubungan suami isteri bukanlah bagian dari cinta tapi bagian dari zina. WaLLAHU a'lam. @
Continue Reading | komentar

Jilbab dan Gazwul Fikri, Apa Hubungannya?

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Jul 2, 2013

Jul 2, 2013

PERCAYAKAH Anda, bahwa pakaian "jilbab" kini bisa jadi senjata juga bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran)? Mungkin bagi sebagian kita akan mempertanyakan, bagaimana mungkin? Bukannya ghazwul fikri itu justru menjerumuskan wanita agar tidak menutup aurat?
Jangan salah, coba saja Anda perhatikan layar televisi akhir-akhir ini. Khususnya menjelang bulan Ramadhan sudah bertaburan sinetron-sinetron yang bermodalkan akting "jilbab".
Sepintas  seolah-olah tontonan yang islami, tapi inti jalan ceritanya tiada lain tiada bukan justru merusak generasi muda Islam.


Di TV, koran, majalah, dan media-media massa, menenampilkan sosok "berjilbab" tapi pacaran, "berjilbab" tapi berikhtilat dengan lawan jenis, jalan berduaan, pegang-pegangan tangan, sungguh di luar adab dan makna jilbab yang sesungguhnya untuk menutup aurat dan sebagai pembatas dengan lawan jenis.
Yang lebih parah lagi, banyak sinetron kita,  para pelakonnya bergama non Muslim namun berperan sebagai pemuda Muslim dan pemudi Muslimah dengan mengenakan koko, peci serta berjilbab. Sableng!


Kalau konteks jilbab seperti sebagaimana yang disebutkan di atas, apa faedahnya? Apa manfaatnya? Toh yang ada justru secara tidak langsung melecehkan syariat dan tata caraberjilbab yang sesuai syar'i.
Secara tidak langsung juga mengajarkan kepada generasi muda yang berjilbab khususnya, bahwa dengan berjilbab kita masih tetap bisa pacaran!
Begitupun dalam konteks terpilihnya Fatin Shidqia Lubis dengan acara X-Factor-nya, bukan sebuah kebetulan jika Fatin akhirnya ‘didorong” agar tepilih. Boleh jadi, makna yang ingin digapai dalam kasus Fatin adalah  bahwa Muslimah yang berjilbab bisa juga “bebas” seperti Fatin. Remaja Muslimah seolah secara tidak sadar dibredeli nilai-nilainya. Berjilbab tapi berlenggak-lenggok dipanggung, berjilbab tapi mendayu-dayu di atas panggung.
Yang problem, dalam kasus ini, orangtua Fatin justru paling bangga anaknya manggung, ditonton jutaan manusia. Seolah-olah dia orangtua paling berhasil dan sukses.

Jika ada yang menganggap Fatin ikut ‘berdakwah” di panggung TV, sebutkan lagu apa yang ia nyanyikan pantas disebut berunsur nilai dakwah? Apakah lagu-lagu percintaan model anak-anak alay (norak) zaman sekarang? Lalu di mana letak "syi'ar-nya"?
Menurut penulis, di dalam menyikapi kasus Fatin Shidqia Lubis di acara X-Factor tersebut, seharusnya yang saya tunggu dari MUI bukan malah memberi dukungan, tapi memberi nasehat yang intinya seperti ini;


"Nak, ajang nyanyi-nyanyi seperti ini bukan budaya kita sebagai umat Islam, terlebih kondisi adik yang berjilbab. Di habitat seperti ini bertaburan syubhat dan maksiat yang mengelilingi, engkau adalah wanita, yang rapuh dan mudah terbawa perasaan bahkan tidak menutup kemungkinan engkau terjerumus dan terbawa arus maksiat yang besar di tempat ini. Lebih baik, carilah jalan lain yang dapat semakin mendekatkanmu pada Allah, yang dapat benar-benar membentukmu dan menjadikanmu seorang Muslimah yang penuh cinta kepada Allah, dan Allah-pun cinta kepadamu. Yang dapat menjadikanmu perhiasan yang paling berharga di dunia ini, yang memuliakanmu sebagai wanita yang sesungguhnya, menjadikanmu wanita yang sholehah. Tinggalkan lingkungan semacam ini yang hanya membahayakan akhlak dan agamamu, karena kemuliaan dirimu bersama agamamu, sungguh takkan dapat kau tukar dengan apapun. Apalagi hanya sebatas gemerlapnya popularitas dan limpahan materi yang berlimpah.”
Tapi apa mau dikata? Fatin dan orangtuanya justru begitu bangga soal ini. Bahkan kabar terakhir menyebutkan, MUI menyesali sikap Fatin yang dulu pernah didukung,  setelah Fatin justru menjadi “juru bicara” Miss World di Indonesia.

Achi, vokalis Band Gugat
Selain Fatin ada juga kasus Asri Yuniar, seorang guru TK yang juga dikenal vokalis music aliran hardcore dari grup Band Gugat. Achi, begitu nama panggilannya, meski berjilbab, dia dikenal rocker. Band Gugat merupakan band ketiga bagi Achi. Saat duduk di bangku SMA, dia sempat mendirikan band bernama Capability yang semua personelnya perempuan. Mereka paling sering membawakan lagu Nirvana yang beraliran grunge.
Penampilan Fatin dan Achi di depan TV bukanlah berdampak sedikit, pasti berdampat luar biasa banyaknya. Satu yang harus kita khawatirkan, tindakah dan pilihan kedua gadis ini seolah menunjukkan, bahwa wanita berjilbab boleh melakukan apa secara bebas, tanpa perlu menghiraukan larangan-larangan agama. Bagaimana dan seperti apa Muslimah seharusnya, telah rusak atas kasus ini.
Kasus Fatin yang tiba-tiba menjadi pendukung acara Miss Morld ini akan makin menunjukkan, ikon jilbab boleh melakukan apa saja, termasuk mendukung kemaksiatan terselubung.
Jika para orangtua dan remaja Muslim tak paham “perang pemikiran” seperti ini, bukan tidak mungkin  kelak rumah produksi, media massa, TV, dan kalangan industri hiburan berlaku “lebih jahat” dengan menjual simbol-simbol keagamaan dan Islam untuk komuditas bisnis semata yang ujung-ujungnya hanya berharap uang.
Sementara Fatin dan orangnya, hanya mendapatkan kesenangan sedikit. Sekedar mobil baru atau tampil di layar beberapa menit. Itupun tak akan dipakai lagi ketika dia sudah tak diperlukan media yang bersangkutan.
Apa sebab?
Sebab "agama industri" adalah uang, uang dan uang!
Jangan pernah bermimpi, jika tiba-tiba TV sangat baik hati hanya karena mereka menyertakan siaran dakwah, kecuali tetap saja dapat iklan.
Dan yang paling penting, kita tidak bisa selamanya menyalahkan media dan pemiliknya. Yang mendesak, umat Islam Indonesia sudah waktunya memiliki media televisi yang benar-benar dapat membentuk kepribadiannya menjadi seorang Muslim yang sebenarnya, pribadi Muslim yang taqwa, yang bertauhid, cinta akan sunnah dan cinta akan nilai-nilai Islam untuk diterapkan dalam kehidupannya.
Semoga kita semakin berhati-hati di dalam menyikapi persoalan sosial yang timbul di tengah-tengah kita.
Nasehat untuk Fatin dan Achi
Sebelum menutup tulisan, izinkan saya memberi nasehat untuk Fatin dan Achi (juga para Muslimlah yang bermimpi ingin bersenang-senang, bebas tetapi masih bisa menggunakan jilbab nya).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
" تركت فيكم أمرين ، لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي “[رواه مالك بإسناد حسن
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnahku.” (HR. Malik dengan Sanad Hasan)

خَيْرُ أُمَّتِي الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
"Sebaik-baik generasi adalah generasi saat aku diutus di dalamnya, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka”

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga pernah bersabda: “Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim]
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada umat (khususnya Fatin dan Achi) ini untuk dapat mewujudkan itu semua dan menjadi wanita sholehah, di mana semua tindak-tanduknya ditiru orang dan menjadi jariyah. Bukan justru memberatkannya di akherat kelak. 
Setiap orang selalu ingin meninggal dalam keadaan khusnul khatimah dan membawa amal jariyah (amal yang terus mengalir). Tentu amal tak akan jariyah jika apa yang kita lakukan melahirkan justru banyak kesesatan (menjerumuskan orang pada perilaku salah dan keliru). Wallahu A’lam Bish Showab.*
Penulis mahasiswa STID Mohammad Natsir (hidayatullah.com)
Continue Reading | komentar

Kegagalan Pemerintah

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Nov 13, 2011

Nov 13, 2011

Sejak Hawa diciptakan, Adam sangat tertarik padanya sampai-sampai rela memakan buah khuldi gara-gara menuruti ajakan isterinya itu. Ini membuktikan kalau-kalau laki-laki mati gila terhadap wanita. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bahkan mengkhawatirkan suatu fitnah maha hebat yang tak lain disebabkan wanita.

Banyak cerita yang mengisahkan kalau wanita bisa menjadi spirit hidup, namun tidak sedikit pula wanita bisa menjadi biang kehancuran. Di zaman edan sekarang ini, wanita memang menjadi isu yang sangat menarik. Mulai dari persamaan hak sampai prostitusi. Nah, untuk yang ke dua ini lagi hangat mendapat sorotan. Pemerintah Daerah ramai menggalakan penerbitan prostitusi liar tanpa izin. Biasanya para pelaku-yaitu PSK ada yang nyentrik diatas kendaraan. Atau berada di tempat yang berkedok salon, kafe bahkan warung. 

Sebenarnya mereka ini patut dikasihani sebab tidak semuanya murni berprofesi sebagai penjaja tubuh. Ada yang akibat desakan ekonomi, ditinggal pacarnya atau frustasi. Tapi, apa pun namanya, menjual diri jelas dilarang agama, baik yang dilegalkan negara atau tidak.

Saat berada di sebuah warung kopi, masalah ini dibahas lengkap dengan beberapa orang yang lagi ngopi. “saya kemarin baca koran, PSK di kabupaten kita semakin banyak,” kata orang pertama yang lagi makan mpekmpek.
“itu sudah biasa, Mas, mereka kan mencari nafkah...” jelas orang yang kedua.
“Hush, masalah sosial kok dianggap biasa,”. Tegas seorang Ustadz yang kebetulan ngopi disana., “Itu bisa mendatangkan adzab mas..” tegas Ustadz lagi.

Seharusnya yang berperan untuk itu adalah pemerintah daerah,” tambah orang ketiga yang duduk disebelah Ustadz sambil menyeduh teh hangat siap minum.

“tapi nyatanya pemerintah masih belum bisa mengatasinya dengan baik, “ Kata Bang Arsyad tukang ojek yang sering ngepos di pasar.

“benar sekali, bang!, buktinya kalau kita jalan  lewat di taman kota, gadis-gadis dan pasangannya tidak merasa malu lagi, tidak tahu itu PSK atau bukan yang jelas bikin geregatan. Saya sampai kepingin juga....” tambah orang pertama cekikikan.

“yang jelas, perlu peran para Ustadz agar mereka bisa berhenti dari perbuatan seperti itu, masa para Ustadz diam saja.” Kata pemilik warung sambil melirik kearah Ustadz.

Merasa kena semprot, sang Ustadz berkelit, “Lah wong pemerintah yang punya banyak personil saja tidak bisa mengatasi, apalagi Ustadz seperti saya seorang diri,” katanya dengan santai.
Continue Reading | komentar

WASPADALAH TERHADAP PORNOGRAFI

Oleh: "Isriyanto, M.Pd" | Giat Belajar Jun 20, 2008

Jun 20, 2008



  • Ensklopedia Indonesia mencatat: Ponografi adalah : bahan yang dirancang dengan sengaja dan semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi dalam sex.

Tahukah anda, kalau pornografi semakin melebarkan sayapnya ke mana-mana ? di belahan bumi barat pornografi menghasilkan jutaan-dollar. Di sekitar metropolitan Los Angeles saja, industri pornografi menghasilkan lebih banyak penjualan ketimbang Sears, salah satu “departemen store” terbesar di dunia. Pornografi di Amerika Serikat merupakan industri $7 milyar dollar AS per tahun dan masih berkembang terus.

Bilamana para sosiolog berbicara tentang pornografi sekarang ini, mereka tidak hanya berbicara mengenai kalender yang menampilkan wanita berbusana minim atau tanpa busana sama sekali. Meski pornografi itu berasal dari bahasa Yunani porne dan ghraphein yang berarti wanita jalang dan menulis, makna kata itu pun telah berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Pornografi sekarang ini adalah majalah, film, video cassette, handphone, bahan-bahan yang dirancang sengaja untuk membangkitkan nafsu birahi, dan jika dasawarsa yang lalu gambar, majalah, film, hanya menampilkan adegan sexual antara pria dan wanita (exp. Helmi Yahya by Maria Eva), kini penyajiannya semakin keji. Betapa tidak. Pornografi sekarang ini menampilkan dan menceritakan adegan keji antara orang dewasa dengan anak-anak, dan jangan terperanjat, anak-anak itu berkisar antara seumuran SMP kelas 1, baik yang suka sama suka maupun kasus penyelewengan sexual.


Nah, bagaimana perkembangan pornografi di Negeri kita?, dulu ;;; pornografi tidak bebas berkembang, karena mayoritas masyarakat masih berpegang teguh pada nilai-nilai agama, dan masih ada KUHP XIV yang melarang untuk merancang bahan-bahan yang dengan sengaja dan semata-mata membangkitkan nafsu birahi, tetapi kalau alasan-alasan itu masih digunakan untuk dizaman sekarang, yang terdengar adalah ; “itukan sesuai dengan penilaian masing-masing, menurut kami, ini seni dan seni bebas berexpresi”, akhirnya ketika UU Pornografi akan disahkan masih selalu molor dan molor, dan yang paling ironis adalah kekuatan yang menghalangi pengesahan itu adalah diantaranya dari kalangan pemimpin kita sendiri.



Maka, karena mengatas namakan bebas berexpresi dan pendukung kebebasan berseni, banyak film kita (asli buatan anak negeri), membumbui kisah-kisahnya bukan hanya dengan tindakan-tindakan kekerasan tetapi juga sudah dikombinasikan dengan adegan-adegan merangsang, trend ini jelas mengikuti pola Barat yang ingin memenuhi selera penonton yang telah ditanami benih-benih kemaksiatan ini, dan yang menjadi korban terkadang bukan hanya yang dewasa namun anak-anak pun banyak yang menjadi konsumennya, karena tanpa kita sadari pornografi berkembang dalam bentuk yang terselubung. Penggambaran melalui film, video casset, handphone, playstation, majalah dan surat kabar, menjadi bahan tontonan serta bacaan bagi anak-anak yang tengah berkembang keingin tahunya, dampaknya jika bahan tontonan dan bacaan itu dapat merangsang orang dewasa, apalagi bagi anak-anak yang secara fisik maupun emosional belum dapat mengendalikan dirinya bila melihat dan membaca bahan khusus dikonsumsi yang konon katanya hanya untuk orang dewasa itu, maka jangan heran ada anak yang baru kelas 2 SMP mencabuli anak SD (di berita kriminalitas). Maka jikalau masyarakat dan anak-anak kita sudah dibiasakan dengan adegan-adegan begitu, muaranya adalah kemaksiatan yang lebih besar, menurut penelitian di California, hampir di semua tempat kediaman pelaku tindak kejahatan ditemukam bahan-bahan pornografi. Roger Miller, seorang abdi hukum yang puluhan tahun berdinas di Kansas dan California mengakui, “saya yakin betul kalau pornografi dapat menuntun orang kepada tindakan kejahatan.”. Satu hal yang tak dapat disangkal, menurut statistic di Amerika Serikat (guru besarnya ke MAKSIATAN), tingkat perkosaan di Negara itu menjulang terus sampai mencapai 700 %, dan menurut pengakuan mayoritas para pelakunya, pornografi telah mendorong mereka melakukan perbuatan aib itu.



Namun, yang paling menyakitkan dan ditakutkan adalah yang menjadi korban para kaum wanita, mereka yang selalu dijadikan objek utama pornografi. Pernakah anda membayangkan pornografi tanpa wanita? Akan punahlah dia. Untuk itu barangkali tidak ada satu system lain yang lebih ampuh lagi untuk merendahkan martabat manusia daripada pornografi. Dan wanitalah yang menjadi korban utamanya, dan jikalau sudah banyak wanita-wanita yang terjebak dengan arus sengaja memperlihatkan aurat, mempunyai niat atau tidak, yang kemudian dapat menimbulkan birahi bagi yang melihatnya, maka tungguhlah kehancuran peradaban suatu negara, karena Rasulullah SAW bersabda “Wanita adalah tiang negara, jika baik wanita, maka baik pula negaranya, dan jika rusak wanita maka rusak pula negeranya”. Maka, adalah kewajiban kita, untuk dapat menjaga diri dan keluarga kita terutama para wanita, agar jangan sampai menjadi konsumen apalagi sebagai perodusen yang berhubungan dengan yang namanya pornografi. SENI YES !, PORNOGRAFI NO !. @
Continue Reading | komentar

SEHAT ITU NIKMAT

Lihat lainnya DISINI »

CERITA LUCU

Lihat lainnya DISINI »

SEJENAK

Lihat lainnya DISINI »
isri29.blogspot.com. Powered by Blogger.
Flag Counter
 
Support : Harapan hati, bisa bermanfaat dan diterima apa yang ada di blog ini | Kalau Suka tolong di LIKE facebooknya
Copyright © 2016. Isriyanto - All Rights Reserved
Template Modify by Isriyanto, M.Pd Inspired Love for Blog
Proudly powered by Blogger